Alhamdulillah ku ucap syukur atas karuniaMu yg begitu besar hari ini ya Allah.
Hari ini,.. aku akan mencaritakan hari ini . Namun sebelumnya aku ingin tertawa terlebih dahulu HAHAHA :D menertawai diriku yang begitu bodoh selama ini dalam menyikapi sesuatu.
Hari ini aku mendapatkan suatu pelajaran berharga dari dosen mata kuliah pend.Agama Islam bpk.Drs.H.Nuryanto yang mungkin lewat beliau inilah Allah berusaha membukakan mata hati dan pikiranku selama ini yg tertutupi prasangka-prasangka menyedihkan yang justru itulah yang semakin membuatku merasa jadi orang yang gagal selama ini. Pak Nur ini sangat baik orangnya,belum cerita apa-apa aku sudah nangis duluan.
"Pak nanti kalau saya nangis gimana?"
sambil tersenyum beliau menjawab...
"oo tidak apa-apa,justru menangis itu dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. justru apa yang di rasakan itu harus di ceritakan tentunya dengan orang yang tepat"
HAHAHA yaaiihh belum apa-apa aku udah nangis,cengeng amat yak >.<
"Pak nanti kalau saya nangis gimana?"
sambil tersenyum beliau menjawab...
"oo tidak apa-apa,justru menangis itu dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. justru apa yang di rasakan itu harus di ceritakan tentunya dengan orang yang tepat"
HAHAHA yaaiihh belum apa-apa aku udah nangis,cengeng amat yak >.<
"Mbak,kamu itu cantik.masih banyak di luar sana kemungkinan2 yang jauh lebih baik yang menunggu kamu. untuk mantan anggap saja dia bukan yang terbaik untuk kamu,karena coba sekarang fikirkan hanya mendapati masalah seperti ini saja dia dengan mudahnya berpaling ke yang lain,apalagi jika besok kamu sudah terlanjur berumah tangga dengannya,dia mungkin saja bisa mencari yang lain tanpa sepengetahuan kamu. ikhlaskan,sesungguhnya Allah sudah menunjukan mana yang baik dan mana yang tidak untukmu. ada hadist yang mengatakan bahwa seseorang yang baik akan berjodoh dengan yang baik pula,begitu juga kebalikannya." kata-kata ini yang sampai detik ini masih terngiang di kepala dan di telinga,saat di berikan masukan dan nasehat itu bak di tampar orang satu kampung biar sadar, seketika itu pula aku berfikir bahwa apa yang dikatakan beliau itu benar.
"Pak saya pernah memikirkan suatu hal yang dimana sebetulnya hal itu mungkin tidaklah terjadi seperti apa yang saya pikirkan,namun jika kelak tiba saat dimana yang saya pikirkan itu menjadi kenyataan bagaimana saya harus menyikapinya pak?."
lagi-lagi beliau mengatakan "ikhlaskan,sabar,dan anggap semuanya tidak terjadi. jika betul apa yang kamu pikirkan itu menjadi kenyataan bersikaplah baik seolah-olah kamu sudah ikhlas dan tidak menerka-nerka apa yang selanjutnya akan terjadi,karena jika kamu demikian maka kamu akan menyakiti dirimu sendiri. jika kamu ikhlas,maka ikhlas itu suatu saat nanti akan kembali kepadamu sebagai bentuk suatu kebaikan yang lain.ikhlaskan,walaupun itu menyakitkan."
"jika kamu memilih pasangan hidup itu sama dengan kamu menandatangani sebuah kontrak seumur hidup dengannya,saya sering miris melihat anak muda jaman sekarang yang asal dlm memilih teman atau sekarang disebut dengan istilah "pacar" ya. jika kamu ingin menandatangani sebuah kontrak pilihlah yang sekiranya isinya dapat membuat kehidupanmu lebih baik,bukan malah terjerumus ke lembah kenistaan atau kesengsaraan. Dunia itu bulat,apapun yang akan kamu lempar kelak akan kembali kepadamu,jika sama-sama melempar sesuatu kenapa tidak meleparkan saja sesuatu yang baik. seburuk apapun orang memperlakukanmu,tetaplah perlakukan ia dengan baik"
"seumuran kamu itu seharusnya sekarang menjalin suatu hunbungan itu sudah memikirkan ke arah yang lebih serius,bukan hanya untuk sekedar main-main. jika seseorang itu menyukai dan mencintai kamu dia pasti baka
l mengejar kok,berusaha keras untuk mendapatkan kamu. kalau yang sudah berlalu ini bahkan menyapa kamu saja tidak ya untuk apa di ingat-ingaat,berarti orang itu tidak baik untuk kamu. cari itu yang sudah mapan,minimal dia sudah bekerja lah,kalau sudah baik dan rajin beribadah itu sudah modal utama. bagus itu.. cari yang bisa membimbing kamu mengarahkan kamu ke hal yang lebih baik."
"seumuran kamu itu seharusnya sekarang menjalin suatu hunbungan itu sudah memikirkan ke arah yang lebih serius,bukan hanya untuk sekedar main-main. jika seseorang itu menyukai dan mencintai kamu dia pasti baka
l mengejar kok,berusaha keras untuk mendapatkan kamu. kalau yang sudah berlalu ini bahkan menyapa kamu saja tidak ya untuk apa di ingat-ingaat,berarti orang itu tidak baik untuk kamu. cari itu yang sudah mapan,minimal dia sudah bekerja lah,kalau sudah baik dan rajin beribadah itu sudah modal utama. bagus itu.. cari yang bisa membimbing kamu mengarahkan kamu ke hal yang lebih baik."
plaaaaakkkk. . aku benar2 merasa tertampar mendengar kalimat ini.
betul juga apa yang dikatakan beliau.
aku baru saja sekali ini bertemu dengan dosenku ini,tapi entah mengapa hati tergugah seperti ada yang menggerakan untuk curhat sama pak Nur ini. Mungkin Allah sengaja mengirimkan pak Nur ini untuk memberikan pemecahan bagi masalahku selama ini.
aku begitu beruntung mendapatkan karunia-karunia yang tak terhingga besarnya akhir-akhir ini dari Allah.
memang betul apa kata ibundaku "Aturlah jadwal sholatmu,maka Allah akan mengatur hidupmu dengan sangat baik"
Subhanallah,sungguh aku lebih tegar dan tenang menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi nanti,apapun itu insyaallah aku siap. Walaupun entah kenyataan sepahit apapun yang akan ku terima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar